8 Kondisi Kesehatan Penyebab Terganggunya Tidur

Apakah Anda memiliki kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur ? Kondisi kesehatan Anda mungkin penyebabnya. Penelitian membuktikan bahwa gangguan yang berkaitan dengan tidur seperti insomnia berakar dari kondisi-kondisi medis tertentu.

” Kami menemukan bahwa baik itu kualitas dan kuantitas tidur yang didapatkan seseorang terkait dengan beberapa isu kesehatan dan penyakit,” ucap James Wellman, MD., Medical Director dari The Sleep Disorders Center of Georgia. Masalah yang terkait dengan tidur dapat terkait dengan kondisi fisik, emosi, dan kondisi-kondisi hormon. Semuanya mulai dari asthma, depresi, hingga menopause.

Berikut adalah kondisi-kondisi kesehatan yang paling banyak terkait dengan masalah dengan tidur :

-. Depresi : 

Gangguan dalam tidur dan depresi memiiki hubungan yang erat. Beberapa penelitian menunjukan bahwa 90% orang dengan depresi mengalami kesulitan tidur. Bangun pagi terlalu dini merupakan ciri adanya depresi yang cukup serius. Beberapa gangguan dalam tidur yang disebabkan oleh depresi termasuk sulit untuk tidur, atau bahkan tidur terlalu lama. Apabila Anda mengalami hal ini maka Anda perlu untuk mendapatkan pengobatan untuk mengurangi tingkat depresi Anda.

-.Menopause : 

Seorang yang mulai memasuki masa menopause sangat mungkin untuk mengalami insomnia. Menurut The National Sleep Foundation, sebanyak 61 persen wanita menopause mengalami masalah berkaitan dengan tidurnya. Satu alasan yang masuk akal adalah karena turunnya level progesterone ketika menopause. “Progesterone merupakan hormon yang membantu untuk tidur,” kata Dr. Wellman.

Berubahnya level estrogen ketika menopause dapat juga menyebabkan  terjadinya gangguan tidur dengan gejala antara lain meningkatkanya suhu badan secara mendadak, dan berkeringat.

-. Diabates : 

Diabetes dapat mengakibatkan masalah terkait tidur yang disebabkan oleh fluktuasi gula darah, berkeringat di malam hari, dan seringnya frekuensi buang air kecil ketika tidur. Dan juga sebaliknya, insomnia dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes. Dalam sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini terhadap 1.741 orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam, ditemukan bahwa mereka lebih rentan untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan cukup tidur.

-. Arthritis : 

Rasa nyeri yang diakibatkan oleh arthritis dapat membuat seseorang sulit tidur. Selain itu, bagi mereka yang menderita arthritis biasanya akan terbangun dan kesulitan untuk tidur kembali ketika mereka mengubah posisi tidur di malam hari. Obat pengusir rasa sakit (pain reliever) sebelum tidur dapat meringankan rasa sakit yang diakibatkan oleh rasa nyeri akibat arthritis. Fibromyalgia, sebuah kondisi yang bercirikan rasa nyeri pada persendian juga dapat menyebabkan masalah dalam tidur.

-. Asma : 

” Mereka yang mengidap asma dapat mengalami gangguan tidur karena kesulitan dalam bernapas,” ujar dr. Wellman. Obat-obatan yang digunakan pada penderita asma dapat juga mengakibatkan insomnia dan tidur yang kurang nyenyak.

-. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) : 

GERD merupakan sutu keadaan dimana cairan asam lambung naik ke saluran esophagus, menyebabkan iritasi dan sensasi rasa panas dan atau pedih. Hal ini lebih sering terjadi ketika tidur karena posisi tubuh yang berbaring lebih memudahkan bergeraknya cairan asam lambung menuju esophagus. Oleh karena itu sebaiknya hindari makan berat, kopi, dan alkohol terlalu dekat dengan waktu tidur untuk mencegah terjadinya GERD.

-. Gangguan pada Ginjal : 

Gangguan pada ginjal mencegah ginjal untuk menyaring sisa-sisa hasil metabolisme tubuh dair darah. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya insomnia dan restless leg syndrome. Oleh karena itu perhatikan kesehatan ginjal Anda dan minumlah air putih secukupnya.

-. Gangguan pada Tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau yang biasa disebut dengan hypertiroidism dapat mengakibatkan timbulnya keringat yang berlebih pada malam hari yang mengganggu tidur. Sedangkan pada mereka dengan tiroid yang kurang aktif / hypothyroidism akan mengalami rasa ngantuk di siang hari. Kedua kondisi ini dapat dengan mudah di diagnosa dengan test darah sederhana.

Sumber terinspirasi dari : www.everydayhealth.com

DISCLAIMER : Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai saran profesional dalam bidang medis.  Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk analisa kesehatan tubuh Anda yang akurat dan saran medis terbaik.  

Artikel Bermanfaat Lain Untuk ANDA : 

Beberapa Contoh TESTIMONI :

[all_around id=”2″]

[products_slider title=”Katalog, Daftar Harga dan DISKON Airland Spring Bed : ” per_page=”10″ featured=”no” latest=”no” best_sellers=”no” on_sale=”no” category=”airland-spring-bed” orderby=”menu_order” order=”desc” layout=”default” ]
[products_slider title=”Aneka Tempat Tidur Anak Dengan Harga DISKON : ” per_page=”8″ featured=”no” latest=”no” best_sellers=”no” on_sale=”no” category=”0″ orderby=”menu_order” order=”desc” layout=”default” ]

*) Silahkan KLIK Disini Untuk Melihat Lebih Banyak TESTIMONI Kami :

harga kasur murah bandung-testimoni